Tahukah anda bagi orang tua atau calon orang tua bahwa dengan musik / lagu mozart dapat meningkatkan pertumbuhan dan merangsang otak buah hati kita, sebaiknya kita tidak meremehkan hal – hal tersebut karena dengan melalui penelitian yang panjang semua itu dapat terbukti.
Penelitian telah membuktikan musik Mozart dapat:
1. Menstimulasi otak kanan, meningkatkan kreatifitas berpikir
2. Mengurangi stress dan tekanan
3. Memelihara pikiran, tubuh dan jiwa anda
4. Menstabilkan detak jantung, tekanan darah dan temperatur tubuh.
The Mozart effect for fetus (bayi di dalam kandungan), Infant/newborn (bayi baru lahir), baby & children :
1. Mengatur pergerakan alami tubuh -mengurangi stres & membuat bayi lebih aktif
2. Meningkatkan kestabilan emosional -menstimulasi gerakan tubuh
3. Membuat tubuh menjadi lebih rileks
Hal ini diteliti oleh Don CHampbell, dan telah terbukti musik dapat menstimulasi otak agar bayi lebih aktif saat bermain. Musik yang lembut dapat membuat bayi tenang beristirahat sehingga orang tuanya juga dapat beristirahat dengan baik. Musik mozart termasuk Night musik no 1, serenande no 10 in B major, Ah , Vous direi-JC, sinfonie in D, rando in C major, etc…
Terbukti musik Mozart dapat mengembangkan kemampuan bicara, memperbaiki gerakan tubuh dan mengembangkan otak kiri yang mengasah kemempuan berpikir secara logika. Telah di riset dan terbukti :
- Musik mozart dapat menguatkan daya ingat lebih cepat 3 bulan pada bayi.
- Anak TK dapat lebih cerdas 34% bila diajarkan piano dari pada ketika diajarkan komputer (setelah belajar piano anak meningkat IQ 46%) mendengarkan musik klasik 30 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan motorik &kreatifitas berpikir.
Hasil penelitian ini dari institusi Hukum di florida (Beethoven babbies bill), Serta ahli dari perancis Dr. Alfred Tomatis.
9 bulan dalam mengandung diperlukan pendidikan dan penyesuaian diri, menjalin ikatan, & suara cinta pertama ibu-anak. Memiliki kekuatan super sonic, menurut Jamieson E. Jones, MD direktur of neonatal intensive care unit, children Hospital & health center di san diego.
Anda dengan mendengarkan musik mozart dapat menemukan dan mengekspresikan imajinasi, kesenangan dan cinta anda kepada bayi anda. Penting untuk perkembangan EQ bayi anda. Terbukti anak & bayi yang mendapatkan cinta kasih lebih banyak sejak dalam kandungan hingga lahir akan memiliki EQ lebih baik (dan lebih mudah bersosialisasi).
Para ilmuwan syaraf memang telah menemukan bahwa getaran (suara) musik klasik (semacan ciptaan Mozart dan Bethoven) senada dg getaran syaraf otak. Karena getarannya yg sama, ia bisa merangsang syaraf otak utk berosilasi (berayun, bergetar). Osilasi syaraf otak seseorang tidak pernah berhenti, walaupun dlm keadaan tidur. Osilasinya akan lebih tinggi bila orang itu dlm keadaan sadar, dan semakin tinggi lagi bila digunakan berfikir. Bila musik klasik itu diperdengarkan pada bayi (bahkan ketika bayi itu masih dlm kandungan) syaraf-syaraf otaknya akan terangsang berosilasi. Dan ini membantu meningkatkan kecerdasan otak.
Tak hanya itu, para ilmuwan bahkan sudah mengklasifikasi berbagai jenis musik yg perlu diperdengarkan dlm berbagai kesempatan yg berbeda. Misalnya saat mulai belajar musiknya berbeda dari saat belajar / berfikir serius. Dan tentu kita akan menjadi kurang konsentrasi belajar / berfikir jika sambil mendengarkan musik dangdut. Sebagaimana kita sebaiknya tidak mendengarkan lantunan Al-Qur'an atau musik-musik yg merangsang jiwa utk merenung ketika kita sedang bekerja, karena itu justru mengganggu konsentrasi kerja. Ketika sedang bekerja kita dengarkan musik yg menimbulkan semangat.
Terus bagaimana dg lantunan Al-Qur'an?
Lantunan Al-Qur'an itu lebih baik diperdengarkan utk diresapi kandungannya. Dan ini tentu hanya bagi orang tua. Kalaupun diperdengarkan pada bayi, paling manfaatnya sebatas menikmati enaknya suara si pelantun. Karena, tidak hanya orang tua, bayipun bisa menikmati suara-suara yg enak nan menentramkan. Kalau bayi Anda menangis dan Anda membiarkannya, semakin lama menangisnya. Dia akan cepat terninabobokkan jika Anda membopongnya sambil Anda nyanyikan sholawat, syi'ir, atau lagu-lagu halus. Lantunan Al-Qur'an setara dg itu. Qira'ahnya Syaikh Sudais (Imam Masjidil Haram) itu enak sekali didengarkan, walau kita ndak paham artinya. Bayi pun bisa menikmati itu. Dengan ungkapan lain, kita jangan memperhadapkan antara musik klasik Mozart dengan lantunan Al-Qur'an. Masing-masing ada saatnya tersendiri, dan ada kegunaannya tersendiri. Sama-sama perlu.
No comments:
Post a Comment