Berikut penjelasannya dari berbagai sumber…
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia On Line, nekrofilia adalah penyakit (kelainan) berupa tertarik secara seksual untuk menyetubuhi mayat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani: nekros (mayat atau mati) dan philia (persahabatan). Istilah ini berasal dari karya Krafft-Ebing tahun 1886. Kelainan ini disebut juga thanatofilia atau necrolagnia.
1. Necrophilic Homicide
Penderitanya harus membunuh terlebih dahulu untuk mendapatkan mayat dan memperoleh kepuasan seksual.
2. Regular Necrophilia
Si penderita hanya menggunakan mayat yang sudah mati untuk memperoleh kesenangan seksual.
3. Necrophilic Fantasy
Si penderita berfantasi berhubungan seks dengan mayat, tetapi tidak melakukannya.
Teori tentang motif seseorang melakukan penyimpangan seks yang pertama disebabkan ia takut berhubungan dengan normal. Ia takut terjadi penolakan yang otomatis mempengaruhi psikologis dan aktivitas seksualnya. Mayat adalah objek seksual yang dianggap tidak akan dapat melawan atau menolak keinginannya dalam berhubungan seksual.
Bila kita melihat kasus Baikuni (48) alias Babe, tersangka pembunuhan beberapa bocah dengan cara dimutilasi, dapat disimpulkan bahwa tersangka mengalami tiga penyimpangan, yaitu paedofil, homoseks, dan nekrofilia. Demikian diungkapkan psikolog Universitas Indonesia , Prof Sarlito Wirawan Sarwono, seusai memeriksa kondisi kejiwaan tersangka di Polda Metro Jaya, Kamis (14/1/2010). Pemeriksaan dilakukan dalam rangka penyelidikan oleh kepolisian.
Sarlito menjelaskan, tersangka indikasinya adalah seorang homoseks. Ia tidak bisa terangsang dengan lawan jenis. Hal itu dapat diketahui berdasarkan pengakuannya yang tidak bisa ereksi selama menikah dengan istrinya yang telah meninggal. "Babeh ini homoseks bawaan, bukan jadi-jadian. Dia hanya bisa terangsang pada sesama jenis. Dengan lain jenis, dia tidak bisa," ucapnya.
Babeh, kata Sarlito, memiliki indikasi lain, yaitu seorang paedofil. Dari pengakuannya, Babeh selalu melakukan hubungan dengan pria di bawah umur 12 tahun. Bahkan, Babeh mengaku telah membunuh tujuh bocah yang menolak diajaknya berhubungan. Setelah tewas, mereka lalu disodomi.
"Dia tidak masturbasi, dia tidak mimpi basah. Hubungan hanya melalui hubungan badan kepada anak laki-laki di bawah 12 tahun. Yang dijadikan korban adalah anak yang bukan peliharaannya, kecuali Ardiyansyah yang sudah dipelihara enam bulan," papar Sarlito.
Indikasi lain, lanjutnya, Babeh juga mengidap nekrofilia atau penyuka hubungan dengan mayat. "Dia penggemar seks dengan mayat. Walaupun ini bukan bawaan, tapi terpaksalah melakukan setelah ada perlawanan (korban) lalu dibunuh," ucapnya.
Sarlito menambahkan, pedagang asongan itu melakukan pola kejahatan dengan teratur dan tidak pernah berubah atau kompulsif. Hal itu terlihat dari caranya membunuh, yakni dengan cara menjerat leher korban memakai tali lalu menyodomi, memotong tubuh korban, memasukkan mayat ke dalam kardus, dan membuangnya ke tempat ramai.
Kenapa korbannya dibuang ke tempat ramai? Babeh bilang supaya bisa dikuburkan

ohh.. githu yaa ?? wah,, good info nih.. thanks!
ReplyDelete